Sabtu, Maret 07, 2009

Resume MSDM " Job Design"

DESAIN PEKERJAAN (JOB DESIGN)

Desain pekerjaan merupakan fungsi penetapan kegiatan-kegiatan kerja seorang karyawan secara organisasional. desain pekerjaan membutuhkan struktur pekerjaan seperti isi, fungsi, dan hubungan pekerjaan. Desain pekerjaan adalah proses penentuan tugas2 yang akan dilaksanakan, metode2 yg digunakan untuk melaksanakan tugas, dan bagaimana pekerjaan tsb berkaitan dg pekerjaan lainnya dalam organisasi. Desain pekerjaaan merupakan salkah satu faktor pendorong keberhasilan produktivitas organisasi.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Desain Pekerjaan
1. Individu
Individu memiliki perbedaan sikap, sifat, karakter, pandangan, persepsi, sosial budaya, norma yang berbeda untuk setiap individunya dalam organisasi yang sama.
Peran individu dalam organisasi sama pentingnya dengan pekerjaan sehingga SDM menjadi fokus perhatian para Manajer. Individu atau manusia memiliki keunikan yg tidak dimiliki oleh faktor produksi lain :
  1. manusia memiliki sisi psikologis,
  2. individu sebagai input produksi, tetapi juga yang menikmati outputnya,
  3. apabila faktor produksi berkurang dalam proses produksi, tetapi manusia bertambah keterampilan, pengalaman dan pengetahuan,
  4. penetu eksistensi organisasi, bahkan faktor yang mutlak harus ada.
2. Teknologi yang digunakan
Teknologi berdampak pada desain pekerjaan. Jenis pekerjaan, alat yg digunakan, tata letak, dan teknik untuk menghasilkan output merupakan kendala yg menghambat kelancaran pekerjaan.

3. Biaya atau Anggaran
Anggaran merupakan variabel yang krusial di tiap organisasi. Manajemen harus berpijak dari sisi ekonomis organisasi. Sumber daya yang representatif, harus direncanakan sebgai awal keberhasilan organisasi. Manajemen harus secara kontinu menyelaraskan manfaat2 desain pekerjaan dg pertimbangan biaya.

4. Struktur Organisasi
Struktur organisai memang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan desain pekerjaan. Bagi dunia usaha di Indonesia, peran struktur organisasi terasa semakin penting karena 2 hal, yaitu :
  1. struktur organisasi yg efektif akan mempermudah pengawasan ;
  2. tidak stabilnya dunia usaha di Indonesia.
5. Varibel Internal

a. Manajemen
Manajemen bertanggung jawab kepada organisasi secara keseluruhan, suatu tanggung jawab yang sering kali mengharuskan manajemen menghadapi berbagai pihak yang berkepentingan dan menyeimbangkan tuntutan yang saling bertentangan. Untuk mempertahankan organisasi, manajemen harus mengupayakan hubungan antar pihak2 yang berkepentingan tetap seimbang dalam jangka pendek maupun panjang.

b. Karyawan
Hampir dalam semua organisasi, sifat dari tenaga kerja adalah berubah, sebagian karena faktor demografi. Faktor ini akan mengubah pergeseran kepentigan2 konsumsi, produk, biaya, dan pemasaran karena menyangkut segmen pasar yang terus berubah.
Mengelola karyawan
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengolahan SDM secara efektif.
  • Keamanan Employment Security,
  • Selective dalam merekrut ( Selective In Recruiting),
  • Upah yang tinggi,
  • Pembayaran insentif,
  • Employee Ownership,
  • Information Sharing,
  • Partisipasi dan pemberian wewenang,
  • Self-managed teams,
  • Pelatihan dan pengembangan keterampilan,
  • Cross-utilization and cross-training,
  • Symbolic-egalitarianism,
  • Kompresi upah, dan
  • Promosi internal (Promotion within).
c. Stakeholder
Struktur yang mengatur organisasi publik yang besar memungkinkan pemegang saham untuk memengaruhi hak suara. Berbagai pihak yang terkait dalam pengoperasian suatu organisasi diantaranya :
  • Pemerintah atas pajjak,
  • Pemegang saham atas nilai organisasi atau deviden serta hak suaranya,
  • pemberi pinjaman atas keamanan pengembalian pinjaman organisasi,
  • karyawan atas gaji, keadilan dalam kenaikan gaji dan posisi,
  • manajer atas bonus dan keadilan dalam penilaian kinerjanya,
  • pimpinan puncak atas keamanan jika diambil alih dan remunerasinya,
  • masyarakat atas lingkungan hidup dan public goods yang disediakan pemerintah.
d. Serikat Pekerja
Bila organisasi hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan menganggap karyawan atau serikat buruh sebagai objek produksi maka tujuan efektifitas organisasi akan terhambat. Saat ini serikat pekerja hanya memiliki sebuah status komite karyawan menjadi organisasi yang lebih solid dengan membawa kepentingan hakiki dari hak dan kewajiban sebenarnya dari para karyawan. Dengan demikian, karyawan tidak merasa khawatir dan takut karena ada jaminan perlindungan pada pekerjaan mereka.

Sumber : Manajemen Sumber Daya Manusia, Hj. Ike Kusdyah Rachmawti, SE, MM

2 komentar:

  1. hello.. salam kenal ya..
    aku indra..
    ku berasal dari palembang..
    aku senang banget membaca blog kamu..
    moga kita bisa menjadi teman ya

    BalasHapus
  2. makasih banyak infonya ya..
    sangat membantu..
    nice blog :)

    BalasHapus